The Jansen – Racun suara (single)
The Jansen kembali merilis sebuah lagu berjudul “Racun Suara” yang hadir format digital melalui Bandcamp. Tak hanya bebas didengar, pula gratis diunduh secara massal. Eksistensi lagu ini sebagai salah satu upaya The Jansen dalam merespon situasi korban kejahatan perang. Adji Pamungkas menjelaskan, “Racun Suara ini menggambarkan bagaimana perasaan orang tua kehilangan anaknya; serta sudut pandang anak dalam mengkhawatirkan orang tuanya bilamana si anak masih hidup,” Semua yang bersenjata, semua sama begajulan bak seperti preman.
High Therapy – Untukmu Sayang (single)
Setelah kurang lebih 2 tahun lamanya absen, High Therapy kembali merilis single dengan tema yang cukup berbeda, besama dengan sahabat karib mereka, Arie Sabil, yang tidak lain adalah vokalis band reggae asal Tangerang Republik21. Meskipun tetap mengusung energi yang sama seperti karya-karya sebelumnya, yakni berangkat dari keresahan kehidupan personal, kali ini mereka jauh lebih dewasa dalam menyuarakan hal-hal yang ada di sekitarnya. Dengan latar belakang kehidupan dari lingkungan kelas pekerja, lagu ini mereka persembahkan kepada siapapun yang merasa sebagai pejuang kehidupan. Ungkapan romantis untuk tetap optimis merayakan kehidupan di tengah sulitnya kondisi ekonomi belakangan ini.
Rrag – Sebentar (single & video clip)
Band indie-rock Rrag memulai babak baru sebagai bagian dari keluarga Kolibri Rekords dengan merilis single penuh makna berjudul “Sebentar”. Lagu ini menjadi ungkapan jujur tentang kerinduan, rasa kehilangan, dan arti “pulang” yang tak selalu tentang tempat, tapi juga tentang pelukan dan kehangatan orang tercinta. “Sebentar” adalah lagu untuk siapa saja yang lelah dengan hidup, tapi selalu teringat pada keluarga.
Mocca – Life in Bloom (EP)
Setelah 25 tahun berkarya, Mocca kembali dengan mini album terbaru berjudul Life in Bloom yang dirilis pada 7 Mei lalu via My Diary Records. Single andalan mereka, “Just Say Yes”, menjadi mahakarya penutup dari trilogi lagu tentang komitmen, setelah sebelumnya merilis “Be My Bee” dan “Menua Bersama”. Life in Bloom bisa dibilang adalah album paling personal Mocca. Judulnya sendiri merefleksikan perjalanan panjang mereka—bukan hanya sebagai musisi, tapi juga sebagai sahabat yang telah melalui suka dan duka bersama. Kolaborasi solid Riko Prayitno (gitar), Achmad Pratama (bass), dan Indra Massad (drum) menciptakan warna musik yang hangat dan intim, seolah mengajak pendengar duduk bareng mendengarkan cerita mereka.

